Sabtu, 19 Juni 2010

Penyakit Ambien atau Wasir

Wasir Atau Ambien

Wasir atau ambien adalah penyakit atau gangguan pada anus dimana Sphinchter Ani atau bibir anus mengalami pembengkakan yang terkadang disertai pendarahan. Wasir atau ambien terjadi karena kebiasaan mengejan saat buang air besar, terlalu banyak duduk atau berdiri, kesalahan dalam melakukan gerakan pada olahraga tertentu misalnya pada olahraga angkat beban atau olahraga pernapasan, dan dapat terjadi juga pada wanita hamil.

Gejala Wasir

Penderita wasir seringkali mengalami sembelit, terdapat bercak darah pada tinja, gatal di sekitar anus. Kadang wasir bisa mengeluarkan lendir dan menimbulkan perasaan bahwa masih ada isi rektum yang belum dikeluarkan

Wasir dapat membengkak dan menjadi nyeri bila permukaannya terkena gesekan atau jika di dalamnya terbentuknya pembekuan darah. Wasir yang menonjol keluar mungkin harus dimasukkan kembali dengan tangan perlahan-lahan atau bisa juga masuk dengan sendirinya.

Pencegahan Dan Pengobatan Wasir

Pencegahan sekaligus pengobatan untuk wasir adalah dengan mengubah pola hidup. Yakni membiasakan untuk mengkonsumsi makanan berserat, rajin berolahraga, banyak minum air putih, dan melakukan gerakan lain selain duduk.

Namun jika wasir sudah akut maka perlu dilakukan terapi sesuai anjuran ahli medis. Tujuan utama pengobatan wasir adalah melancarkan sirkulasi darah di daerah anus dan menghilangkan tonjolan, bengkak, dan pendarahan. Jika keadaan wasir mencapai stadium lanjut maka dilakukan operasi

Sumber : http://obatpropolis.com/wasir-atau-ambien

Mengobati Ambien Dan Eksim | Mengobati Wasir Parah

Kamis, 13 Mei 2010

Penyakit Demam Tifoid

Penyakit Demam Tifoid

Penyakit Demam Tifoid atau lebih dikenal dengan nama Penyakit Tifus merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri Salmonella enterica, khususnya turunannya yaitu bakteri Salmonella typhi. Penyakit tifus ini menyerang saluran pencernaan yang penularannya atau penyebarannya melalui makanan dan minuman yang telah tercemar oleh bakteri Salmonella tersebut. Anak-anak dan Orang dewasa bisa terkena penyakit demam tifoid. Bila tak terawat, demam tifoid dapat berlangsung selama tiga minggu sampai sebulan. Kematian terjadi antara 10% dan 30% dari kasus yang tidak terawat

Gejala Penyakit Demam Tifoid

Penyakit Demam Tifoid biasanya akan menunjukan gejala-gejala antara lain seperti nyeri pada perut, mual, muntah, demam tinggi (39° sampai 40°C), sakit kepala dan diare yang kadang-kadang bercampur darah, nyeri otot myalgia, badan lemah, kehilangan nafsu makan, denyut jantung lemah (bradycardia), dan pada kasus tertentu muncul penyebaran vlek merah muda (“rose spots“)

Pencegahan Penyakit Demam Tifoid

Pencegahan Penyakit Demam Tifoid bisa dilakukan dengan cara perbaikan higiene dan sanitasi lingkungan serta penyuluhan kesehatan. Imunisasi dengan menggunakan vaksin oral dan vaksin suntikan (antigen Vi Polysaccharida capular) telah banyak digunakan. Saat ini pencegahan terhadap kuman Salmonella sudah bisa dilakukan dengan vaksinasi bernama chotipa (cholera-tifoid-paratifoid) atau tipa (tifoid-paratifoid). Untuk anak usia 2 tahun yang masih rentan, bisa juga divaksinasi.

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD)


Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit demam akut yang banyak ditemukan di daerah tropis. Penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue secara geografis mirip dengan penyebaran penyakit malaria. Demam dengue umumnya menyerang orang yang kekebalan tubuhnya sedang menurun.

Wabah pertama Penyakit Demam Berdarah terjadi pada tahun 1780-an secara bersamaan di Asia, Afrika, dan Amerika Utara. Penyakit ini kemudian dikenali dan dinamai pada 1779. Wabah besar global dimulai di Asia Tenggara pada 1950-an dan hingga 1975 demam berdarah ini telah menjadi penyebab kematian utama di antaranya yang terjadi pada anak-anak di daerah tersebut.

WHO memperkirakan lebih dari 500.000 dari 50 juta kasus demam dengue memerlukan perawatan di rumah sakit. Lebih dari 40% penduduk dunia hidup di daerah endemis demam dengue.

Penyebab Demam Bedarah Dengue

Penyakit Demam Berdarah Dengue disebabkan oleh salah satu dari empat serotipe virus dari genus Flavivirus, famili Flaviviridae. Setiap serotype memiliki perbedaan sehingga tidak ada proteksi-silang dan wabah yang disebabkan beberapa serotipe (hiperendemisitas) dapat terjadi. Demam berdarah tersebar atau ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti yang sebelumnya sudah menggigit orang yang terinfeksi dengue .

Tanda dan Gejala Demam Berdarah Dengue

Penyakit ini ditunjukkan melalui munculnya demam secara tiba-tiba, disertai sakit kepala berat, sakit pada sendi (mialgia), sakit pada otot (artralgia) dan ruam; ruam demam berdarah mempunyai ciri-ciri merah terang, petekial dan biasanya mucul dulu pada bagian bawah badan – pada beberapa pasien, ia menyebar hingga menyelimuti hampir seluruh tubuh. Selain itu, radang perut bisa juga muncul dengan kombinasi sakit di perut, rasa mual, muntah-muntah atau diare, pilek ringan disertai batuk-batuk. Kondisi waspada ini perlu disikapi dengan pengetahuan yang luas oleh penderita maupun keluarga yang harus segera konsultasi ke dokter apabila pasien/penderita mengalami demam tinggi 3 hari berturut-turut. Banyak penderita atau keluarga penderita mengalami kondisi fatal karena menganggap ringan gejala-gejala tersebut

Demam berdarah umumnya berlangsung sekitar enam atau tujuh hari dengan puncak demam yang lebih kecil terjadi pada akhir masa demam. Secara klinis, jumlah platelet akan jatuh hingga pasien dianggap afebril.

Sesudah masa tunas / inkubasi selama 3 – 15 hari orang yang tertular dapat mengalami / menderita penyakit ini dalam salah satu dari 4 bentuk berikut ini :

* Bentuk abortif, penderita tidak merasakan suatu gejala apapun.

* Dengue klasik, penderita mengalami demam tinggi selama 4 – 7 hari, nyeri-nyeri pada tulang, diikuti dengan munculnya bintik-bintik atau bercak-bercak perdarahan di bawah kulit.

* Dengue Haemorrhagic Fever (Demam berdarah dengue/DBD) gejalanya sama dengan dengue klasik ditambah dengan perdarahan dari hidung (epistaksis/mimisan), mulut, dubur, dsb.

* Dengue Syok Sindrom, gejalanya sama dengan DBD ditambah dengan syok / presyok. Bentuk ini sering berujung pada kematian.

Karena seringnya terjadi perdarahan dan syok maka pada penyakit ini angka kematiannya cukup tinggi, oleh karena itu setiap Penderita yang diduga menderita Penyakit Demam Berdarah dalam tingkat yang manapun harus segera dibawa ke dokter atau Rumah Sakit, mengingat sewaktu-waktu dapat mengalami syok / kematian.

Penyebab demam berdarah menunjukkan demam yang lebih tinggi, pendarahan, trombositopenia dan hemokonsentrasi. Sejumlah kasus kecil bisa menyebabkan sindrom shock dengue yang mempunyai tingkat kematian tinggi.

Sumber: Wikipedia; dan dari Berbagai sumber

Mengobati Demam Berdarah Dengue
| DBD Cepat Sembuh Dengan Propolis