Tampilkan postingan dengan label menstruasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label menstruasi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 20 Juli 2012

Nyeri Haid Mesti Waspada


Jangan Sepelekan Nyeri haid

Rasa nyeri tak tertahankan setiap kali menstruasi datang jangan lagi disepelekan. Bisa-bisa endometriosis penyebabnya.

Rasa sakit saat haid biasanya berkaitan dengan kontraksi otot rahim untuk meluruhkan lapisan dinding rahim. Tapi kadar sakitnya berbeda-beda. Ada yang tidak terasa sama sekali, tapi ada juga yang sampai pingsan menahan sakit.

Nyeri haid merupakan salah satu gejala khas endometriosis, yaitu suatu keadaan di mana endometrium terdapat di luar rongga rahim. Sebagai informasi, endometrium adalah selaput yang melapisi bagian dalam rahim (uterus).

Rasa nyeri akibat endometriosis benar-benar nyata. Terkadang disertai mual, muntah, sakit kepala, serta nyeri hebat di bagian bawah perut. Biasanya muncul 1-2 hari sebelum haid dan bisa bertahan selama 2-3 hari selama haid. Gejala yang juga sering dialami adalah rasa nyeri pada waktu berhubungan seks.

Penyebabnya hingga kini belum diketahui, tetapi para ahli menyatakan proses pertumbuhan endometrium disebabkan oleh faktor hormon estrogen.

Endometriosis yang tidak diobati bisa merusak alat-alat reproduksi hingga menyulitkan untuk hamil. Langkah terbaik untuk mencegahnya adalah dengan memeriksakan diri ke dokter spesialis kandungan setiap ada keluhan yang menunjukkan adanya endometriosis.

Pengobatan penyakit ini akan disesuaikan dengan usia, gejala, dan kondisi penderita. Jika keadaan endometriosis masih ringan, pengobatannya adalah melalui pemberian pil kontrasepsi. Tapi jika endometriosis sudah terlanjur membesar, biasanya dokter menyarankan untuk melakukan pembedahan.

Sumber: Health.Kompas.com, Tanggal: 19 Mei 2008

Haid Atau Menstruasi Tidak Datang

Ketika Menstruasi Tidak Datang

Oleh     :  dr. H. Inayatullah Rifai, SpOG
Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan Rumah Sakit Azra Bogor

Terlambat datang menstruasi bagi sebagian besar wanita menimbulkan rasa cemas. Pada pasangan suami istri yang mendambakan anak menimbulkan perasaan harap – harap cemas akan kehamilan, sebaliknya pada wanita lain yang menolak kehamilan menimbulkan niat untuk berjuang membuat menstruasi segera datang kembali.

Secara umum, tidak datangnya menstruasi dibedakan menjadi 2 yaitu :
· amenore fisiologis : Kehamilan, laktasi, menopause, prabubertas.
· Amenore patologis dibagi 2 lagi yaitu :
· amenore primer adalah wanita yang belum pernah menstruasi sampai dengan umur 16 tahun. Rata – rata menarse ( menstruasi pertama ) adalah 12 tahun ( berkisar 9 – 16 tahun ) pada 99% wanita normal.
· Amenore sekunder adalah wanita usia reproduksi yang pernah mengalami menstruasi, namun menstruasinya berhenti untuk sedikitnya 3 bulan berturut – turut.

Pertumbuhan tanda kelamin sekunder ( payudara dan rambut pubes/ketiak ) muncul 2 tahun sebelum menarse. Kegagalan tidak muncl menstruasi setelah 2 tahun timbul payudara dan rambut pubes / ketiak adalah abnormal. Demikian pula tidak terdapatnya tanda seks sekunder manapun jelas abnormal pada usia 16 tahun. Penyebab amenore primer : 60% karena perkembangan abnormal indung telur/saluran genital /genital luar dan 40% disebabkan gangguan hormonal. Adalah bijaksana bagi orang tua untuk segera memeriksa / jangan menunda evaluasi keadaan yang mudah dikenali ini pada anak perempuan mereka.

Amenore patologik sebenarnya bukan merupakan gambaran klinis dari suatu kumpulan penyakit, melainkan harus dilihat sebagai suatu symptom suatu penyakit, yang harus mendapat perhatian serius.
Penyebab tidak munculnya menstruasi dapat disebabkan oleh organ yang bertanggung jawab terhadap proses terjadinya siklus menstruasi, dan proses pengeluaran darah menstruasi. Organ – organ tersebut adalah :
1. Hipotalamushiposfisis
2. Indung telur
3. Rahim

Tahap pertama evaluasi amenore adalah anamnesis yang seksama akan riwayat menstruasi, stress psikososial/emosional dan kegiatan seksual. Tahap kedua adalah pemeriksaan fisik perkembangan kelamin sekunder, dan perkembangan kelenjar hormonal missal gondok (tiroid) atau keluar air susu (galaktore). Jika tidak ada abnormalitas pastikan tidak ada kehamilan.

Pemeriksaan laboratorium berikut yang penting adalah kadar prolaktin dan kadar tiroid (TSH). Dilakukan pula tes progesteron (pemberian obat hormon progesteron), bila hasil positif pada kadar prolaktin dan tiroid yang normal maka amenore yang terjadi disebabkan karena siklus anovulasi. Bila kadar prolaktin tinggi diagnosisnya hiperprolaktinemia, bila TSH tinggi maka diagnosisnya adalah hipotiroidisme.

Bila hasil tes progesterone negatif dan diagnosis belum jelas dilakukan tes estrogen dan progesterone (yaitu minum obat hormone estrogen selama 21 hari) dan hormone progesterone 10 hari terakhir ) bila setelah obat habis timbul haid lanjutkan pemeriksaan hormone FSH. Jika FSH tinggi dan pasien berusia lebih 30 tahun, indikasi untuk pemeriksaan kromosom. Jika didapati mosaik dengan kromosom Y, peluang 25% tumor ganas ovarium. Jika FSH normal /rendah lakukan Ctscan kepala adalah tumor hipofisis. Bila tidak timbul haid, permasalahan pada rahim. Sindrom asherman adalah yang paling mungkin.

Pengobatan amenore :
Pengobatan amenore tergantung pada penyebab dan keinginan pasien. Tetapi terbaik diarahkan pada latar belakang penyebab. Bila ditemukan latar belakang penyakit medik, penyakit tersebut harus ditangani (misal : pada wanita dengan hiperprolaktin, ditangani dengan pemberian penurun prolaktin, pada gangguan tiroid terapi tiroid) Bila tak ditemukan latar belakang penyebab maka pengobatan tergantung pada keinginan pasien atau status kesuburannya. Bila pasien ingin hamil maka terapinya adalah induksi ovulasi, bila tidak berhasil hamil setidaknya haid teratur. Bila pasien tidak ingin hamil maka pengobatan bergantung status estrogen pasien tersebut, bila hipoestrogen, beri estrogen replacement therapy jika ada rahim. Jika penyebabnya anovulasi dengan status estrogen normal atau tinggi harus diberi hormon progesterone secara periodic untuk menimhulkan perdarahan haid buatan (perdarahan lucut) untuk mengurangi risiko kanker endometrium. Perdarahan lucut dengan hormon progesterone dapat diberikan bulanan atau 2 – 3 bulanan.

Sumber: http://www.rsazra.co.id

Produk sehat dan berkualitas untuk solusi kesehatan keluarga tersedia di: Tokosehat.net

Minggu, 16 Oktober 2011

Pap Smear

Pap Smear

Papanikolaou test atau Pap smear adalah metode screening ginekologi, dicetuskan oleh Georgios Papanikolaou, untuk menemukan proses-proses premalignant dan malignant di ectocervix, dan infeksi dalam endocervix dan endometrium. Pap smear digunakan untuk mendeteksi kanker rahim yang disebabkan oleh human papillomavirus atau HPV. Menurut perkiraan, di Inggris Pap smear mencegah sekitar 700 kematian per tahun. Wanita yang aktif secara seksual disarankan menjalani Pap smear sekali setahun.

Dokter atau perawat memasukkan speculum ke vagina pasien untuk mengambil sample dari cervix. Pap smear biasanya tidak dilakukan selama menstruasi. Prosedur ini dapat menimbulkan sedikit rasa sakit, namun hal ini bergantung kepada anatomi pasien, faktor psikologi, dan lain-lain. Sample kemudian diuji di laboratorium dan hasil diperoleh dalam waktu sekitar 3 minggu. Sedikit pendarahan, kram, dan lain-lain dapat terjadi sesudahnya.

Hasilnya:
  • NEGATIF: artinya tidak ditemukan sel-sel yang berbahaya ..!
  • DISPLASIA: ditemukan sel yang menunjukkan perubahan sifat yang dapat mengarah ke KEGANASAN ,untuk itu perlu dikonfirmasi dengan pemeriksaan BIOPSI.
  • POSITIF:ditemukan sel GANAS. Harus dilakukan BIOPSI untuk memastikan Diagnosa.
Sumber : Wikipedia.org
Linked Posts:
Penyakit Kanker | Kanker Serviks | Kanker Rahim | Mengobati Tumor Kandungan

Kanker Rahim

Beda Kanker Serviks Dan Kanker Rahim

Kanker serviks dan kanker rahim adalah dua penyakit yang mematikan sehingga banyak ditakuti oleh kaum wanita, terutama yang berumur 35 tahun ke atas. Namun karena letaknya yang hampir sama, banyak yang bingung membedakan apakah mereka terkena kanker serviks atau kanker rahim. Padahal, dengan mengetahui detil perbedaan keduanya, kita dapat lebih dini menyadari apabila ada gejala yang timbul serta melakukan pengecekan ke dokter untuk memastikan. Nah, berikut ini penjelasan perbedaan di antara kedua jenis kanker fatal tersebut.

Sebelumnya, kita perlu mengenal dulu mengenai istilah rahim.

Rahim adalah nama lain dari kandungan dimana ia terdiri atas beberapa bagian, yaitu leher rahim, badan rahim, dan dua saluran telur. Kanker serviks adalah kanker yang terdapat pada leher rahim. Itu sebabnya ia disebut juga kanker leher rahim. Sedangkan kanker rahim sendiri, atau biasa juga disebut kanker kandungan, terjadi pada badan rahim.

Gejala awal pada kanker kandungan biasanya berupa perdarahan yang berlebihan saat menstruasi ataupun perdarahan di luar masa menstruasi. Sedangkan pada kanker leher rahim tidak terdapat gejala awal. Gejala justru muncul apabila kanker sudah memasuki stadium selanjutnya, seperti muncul keputihan yang berbau ataupun perdarahan saat berhubungan. Itu sebabnya disarankan untuk menjalani Pap Smear secara rutin setiap tahunnya karena ini dapat mendeteksi dini keberadaan kanker serviks, khususnya bagi wanita yang pernah melakukan hubungan suami istri.

Semoga bermanfaat.
Sumber: Sehatdong.com

Linked Posts:
Kanker Serviks | Kanker – Penyakit Kanker | Mengobati Tumor Kandungan