Tampilkan postingan dengan label hormon. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hormon. Tampilkan semua postingan

Jumat, 20 Juli 2012

Rutin Bercinta Bisa Perpanjang Umur ?


Rutin Bercinta Bisa Perpanjang Umur 8 Tahun

Semua orang tahu bahwa seks yang baik akan membuat pasangan merasa puas dan bahagia. Namun yang tidak banyak diketahui adalah hubungan seksual rutin juga dapat menambah angka harapan hidup Anda hingga 8 tahun.

Tak hanya itu, semakin banyak orgasme yang didapatkan maka umur seseorang akan semakin panjang. Seks rutin juga meningkatkan kadar hormon, kesehatan jantung, kekuatan otak serta sistem kekebalan sehingga dapat menikmati masa muda lebih lama.

Untuk lebih lengkapnya, simak 5 aktivitas dalam seks yang bermanfaat bagi umur seperti dikutip daritimesofindia, Kamis (5/7/2012).

1. Orgasme
Bukan hanya banyak tetapi Anda juga harus memprioritaskan kualitas seks yang Anda lakukan bersama pasangan. Satu studi menemukan bahwa orgasme dapat meningkatkan jumlah sel penghadang infeksi hingga 20 persen.
Orgasme yang rutin juga membuat pria dua kali lebih mungkin mencapai usia tua dibandingkan pria yang tidak bercinta dan bagi wanita hal ini memberinya umur 8 tahun lebih lama.

Satu kali orgasme saja bisa membanjiri tubuh Anda dengan bahan-bahan kimia yang meningkatkan mood dan relaksasi, begitu juga dengan ikatan emosional. Pasangan menikah yang hidup bahagia pun cenderung berumur lebih panjang daripada lajang atau pasangan yang memiliki hubungan negatif.

Wanita yang mencapai orgasme dua kali dalam seminggu juga memiliki kemungkinan 30 persen lebih kecil terserang penyakit jantung dibandingkan wanita yang tidak menikmati seksnya.

2. Seks Lebih dari Sekali Seminggu
Bercinta sedikitnya sekali dalam seminggu akan mempertahankan hormon, jantung dan otak Anda dalam kondisi terbaiknya. Buktinya, pria yang bercinta tiga kali lebih dalam seminggu mengurangi risikonya mengidap serangan jantung atau stroke hingga 50 persen.

Usia pasangan yang rutin bercinta lebih dari sekali seminggu juga bertambah lebih dari 2 tahun.

3. Meningkatkan Mood untuk Bercinta
Agar bisa mendapatkan seks yang baik, tentu Anda membutuhkan mood atau suasana hati yang bagus. Itulah kenapa bahan-bahan kimia yang ada di otak yaitu dopamin, asetilkolin, GABA dan serotonin begitu penting.

Kurangnya hasrat seks akibat sakit, kecapekan atau masalah lainnya bisa saja menurunkan salah satu dari empat bahan kimia tersebut.

Untuk menaikkan kadar dopamin yang berfungsi menumbuhkan mood dan kepercayaan diri Anda, cobalah makan kemangi, lada hitam, cabe, jinten, bawang putih, jahe dan kunyit. Sedangkan asetilkolin membantu meningkatkan kewaspadaan dan kemampuan fokus Anda sehingga Anda bisa makan segala jenis rempah-rempah, kemangi, daun peppermint, sage dan thyme.

GABA merupakan antidepresan alami yang bisa didapatkan dari anggur merah. Kemudian serotonin yang bertugas untuk mendorong rasa bahagia dan relaksasi Anda saat bercinta bisa diperoleh dari daging kalkun, pisang dan cokelat.

Lebih dari itu, bercinta dengan menggunakan mood yang sangat baik bisa menambah usia Anda hingga lebih dari 10 tahun.

4. Fit saat Bercinta
Sebuah studi menemukan bahwa pasangan yang bercinta lebih dari dua kali seminggu memiliki kadar antibodi lebih tinggi sehingga tubuhnya terlindung dari flu dan demam. Usia pun bisa bertambah hingga lebih dari 8 tahun.

Namun meski bercinta lima kali sehari itu penting bagi hubungan, akan lebih bermanfaat jika Anda melakukannya dua kali seminggu.

5. Bercumbu
Bercumbu membantu melepaskan ‘hormon ikatan’ bernama oksitosin yang seringkali dikaitkan dengan pertambahan angka harapan hidup hingga 7 tahun.

Penelitian juga telah menemukan bahwa oksitosin dapat mendorong panjang umur dan orang-orang yang berada dalam suatu hubungan juga cenderung tidak rentan terkena penyakit kronis dan depresi.

6. Seks untuk Hindari Kanker
Selain bonus pertambahan usia hingga 8 tahun, seks rutin juga bisa dijadikan sebuah instrumen untuk melindungi pria maupun wanita dari kanker.

Menurut sebuah studi, wanita yang rajin bercinta berisiko lebih sedikit terserang kanker payudara, begitu juga dengan penelitian dari Nottingham University yang menunjukkan bahwa pria tua namun melakukan seks aktif cenderung tidak terkena kanker prostat.  (Rahma Lillahi Sativa – detikHealth)

Sumber: health.detik.com  , Kamis, 05/07/2012 19:26 WIB

Haid Atau Menstruasi Tidak Datang

Ketika Menstruasi Tidak Datang

Oleh     :  dr. H. Inayatullah Rifai, SpOG
Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan Rumah Sakit Azra Bogor

Terlambat datang menstruasi bagi sebagian besar wanita menimbulkan rasa cemas. Pada pasangan suami istri yang mendambakan anak menimbulkan perasaan harap – harap cemas akan kehamilan, sebaliknya pada wanita lain yang menolak kehamilan menimbulkan niat untuk berjuang membuat menstruasi segera datang kembali.

Secara umum, tidak datangnya menstruasi dibedakan menjadi 2 yaitu :
· amenore fisiologis : Kehamilan, laktasi, menopause, prabubertas.
· Amenore patologis dibagi 2 lagi yaitu :
· amenore primer adalah wanita yang belum pernah menstruasi sampai dengan umur 16 tahun. Rata – rata menarse ( menstruasi pertama ) adalah 12 tahun ( berkisar 9 – 16 tahun ) pada 99% wanita normal.
· Amenore sekunder adalah wanita usia reproduksi yang pernah mengalami menstruasi, namun menstruasinya berhenti untuk sedikitnya 3 bulan berturut – turut.

Pertumbuhan tanda kelamin sekunder ( payudara dan rambut pubes/ketiak ) muncul 2 tahun sebelum menarse. Kegagalan tidak muncl menstruasi setelah 2 tahun timbul payudara dan rambut pubes / ketiak adalah abnormal. Demikian pula tidak terdapatnya tanda seks sekunder manapun jelas abnormal pada usia 16 tahun. Penyebab amenore primer : 60% karena perkembangan abnormal indung telur/saluran genital /genital luar dan 40% disebabkan gangguan hormonal. Adalah bijaksana bagi orang tua untuk segera memeriksa / jangan menunda evaluasi keadaan yang mudah dikenali ini pada anak perempuan mereka.

Amenore patologik sebenarnya bukan merupakan gambaran klinis dari suatu kumpulan penyakit, melainkan harus dilihat sebagai suatu symptom suatu penyakit, yang harus mendapat perhatian serius.
Penyebab tidak munculnya menstruasi dapat disebabkan oleh organ yang bertanggung jawab terhadap proses terjadinya siklus menstruasi, dan proses pengeluaran darah menstruasi. Organ – organ tersebut adalah :
1. Hipotalamushiposfisis
2. Indung telur
3. Rahim

Tahap pertama evaluasi amenore adalah anamnesis yang seksama akan riwayat menstruasi, stress psikososial/emosional dan kegiatan seksual. Tahap kedua adalah pemeriksaan fisik perkembangan kelamin sekunder, dan perkembangan kelenjar hormonal missal gondok (tiroid) atau keluar air susu (galaktore). Jika tidak ada abnormalitas pastikan tidak ada kehamilan.

Pemeriksaan laboratorium berikut yang penting adalah kadar prolaktin dan kadar tiroid (TSH). Dilakukan pula tes progesteron (pemberian obat hormon progesteron), bila hasil positif pada kadar prolaktin dan tiroid yang normal maka amenore yang terjadi disebabkan karena siklus anovulasi. Bila kadar prolaktin tinggi diagnosisnya hiperprolaktinemia, bila TSH tinggi maka diagnosisnya adalah hipotiroidisme.

Bila hasil tes progesterone negatif dan diagnosis belum jelas dilakukan tes estrogen dan progesterone (yaitu minum obat hormone estrogen selama 21 hari) dan hormone progesterone 10 hari terakhir ) bila setelah obat habis timbul haid lanjutkan pemeriksaan hormone FSH. Jika FSH tinggi dan pasien berusia lebih 30 tahun, indikasi untuk pemeriksaan kromosom. Jika didapati mosaik dengan kromosom Y, peluang 25% tumor ganas ovarium. Jika FSH normal /rendah lakukan Ctscan kepala adalah tumor hipofisis. Bila tidak timbul haid, permasalahan pada rahim. Sindrom asherman adalah yang paling mungkin.

Pengobatan amenore :
Pengobatan amenore tergantung pada penyebab dan keinginan pasien. Tetapi terbaik diarahkan pada latar belakang penyebab. Bila ditemukan latar belakang penyakit medik, penyakit tersebut harus ditangani (misal : pada wanita dengan hiperprolaktin, ditangani dengan pemberian penurun prolaktin, pada gangguan tiroid terapi tiroid) Bila tak ditemukan latar belakang penyebab maka pengobatan tergantung pada keinginan pasien atau status kesuburannya. Bila pasien ingin hamil maka terapinya adalah induksi ovulasi, bila tidak berhasil hamil setidaknya haid teratur. Bila pasien tidak ingin hamil maka pengobatan bergantung status estrogen pasien tersebut, bila hipoestrogen, beri estrogen replacement therapy jika ada rahim. Jika penyebabnya anovulasi dengan status estrogen normal atau tinggi harus diberi hormon progesterone secara periodic untuk menimhulkan perdarahan haid buatan (perdarahan lucut) untuk mengurangi risiko kanker endometrium. Perdarahan lucut dengan hormon progesterone dapat diberikan bulanan atau 2 – 3 bulanan.

Sumber: http://www.rsazra.co.id

Produk sehat dan berkualitas untuk solusi kesehatan keluarga tersedia di: Tokosehat.net

Disfungsi Ereksi Atau Impotensi


Disfungsi Ereksi Atau Impotensia

Disfungsi ereksi atau impotensi (Bahasa Inggris: erectile dysfunction) adalah ketidakmampuan untuk memulai ereksi atau mempertahankan ereksi.

Penyebab
Impotensi biasanya merupakan akibat dari :
  • Kelainan pembuluh darah
  • Kelainan persyarafan
  • Obat-obatan
  • Kelainan pada penis
  • Masalah psikis yang memengaruhi gairah seksual.
Penyebab yang bersifat fisik lebih banyak ditemukan pada pria lanjut usia, sedangkan masalah psikis lebih sering terjadi pada pria yang lebih muda. Semakin bertambah umur seorang pria, maka impotensisemakin sering terjadi, meskipun impotensi bukan merupakan bagian dari proses penuaan tetapi merupakan akibat dari penyakit yang sering ditemukan pada usia lanjut. Sekitar 50% pria berusia 65 tahun dan 75% pria berusia 80 tahun mengalami impotensi.
Agar bisa tegak, penis memerlukan aliran darah yang cukup. Karena itu penyakit pembuluh darah (misalnya aterosklerosis) bisa menyebabkan impotensi. Impotensi juga bisa terjadi akibat adanya bekuan darah atau akibat pembedahan pembuluh darah yang menyebabkan terganggunya aliran darah arteri ke penis.

Kerusakan saraf yang menuju dan meninggalkan penis juga bisa menyebabkan impotensi. Kerusakan saraf ini bisa terjadi akibat:
  • Cedera Diabetes melitus
  • Sklerosis multiple
  • Stroke
  • Obat-obatan
  • Alkohol
  • Penyakit tulang belakang bagian bawah
  • Pembedahan rektum atau prostat.
Sekitar 25% kasus impotensi disebabkan oleh obat-obatan (terutama pada pria usia lanjut yang banyak mengonsumsi obat-obatan).

Obat-obat yang bisa menyebabkan impotensi adalah:
  • Anti-hipertensi
  • Anti-psikosa
  • Anti-depresi
  • Obat penenang
  • Simetidin
  • Litium
Kadang impotensi terjadi akibat rendahnya kadar hormon testosteron. Tetapi penurunan kadar hormon pria (yang cenderung terjadi akibat proses penuaan), biasanya lebih sering menyebabkan penurunan gairah seksual (libido).
Beberapa faktor psikis yang bisa menyebabkan impotensi:
  • Depresi
  • Kecemasan
  • Perasaan bersalah
  • Perasaan takut akan keintiman
  • Kebimbangan tentang jenis kelamin.
Gejala: Penderita tidak mampu memulai dan mempertahankan ereksi.

Diagnosa
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejalanya. Pemeriksaan fisik dilakukan untuk mencari adanya perubahan ciri seksual pria, misalnya payudara, testis dan ukuran penis, serta perubahan pada rambut, suara maupun kulit.
Untuk membedakan penyebab fisik atau psikis, dapat dilihat dari ereksi tidur yang biasanya dijumpai pula saat bangun pagi/morning erection. jika saat penderita masih mengalami morning erction, berarti impotensinya disebabkan oleh masalah psikis dan sebaliknya, jika penderita tidak mengalami morning erection maka penyebab impotensinya adalah masalah fisik.

Untuk mengetahui adanya kelainan pada arteri di panggul dan selangkangan (yang memasok darah ke penis), dilakukan pengukuran tekanan darah di tungkai.

Pemeriksaan lainnya yang mungkin perlu dilakukan:
  • Pemeriksaan darah lengkap
  • Pemeriksaan gula darah untuk diabetes
  • Pemeriksaan kadar TSH
  • USG penis.
Sumber: wikipedia.org

Minggu, 24 Juni 2012

Manfaat Seks Sehat

Petik Manfaat Seks Sehat

Pada dasarnya, kebutuhan hidup manusia ada dua, yaitu kebutuhan lahir dan batin. Kedua kebutuhan dasar tersebut harus terpenuhi secara seimbang untuk memperoleh hidup yang berkualitas, tak terkecuali untuk urusan kebutuhan seksual.

Kebutuhan seksual dalam sebuah pasangan merupakan bentuk yang konkret dari sebuah komunikasi dua arah yang memiliki satu definisi, yaitu cinta. Terpenuhinya kebutuhan ini akan bermuara kepada kebahagiaan. Di luar itu, ternyata banyak studi kasus yang menunjukkan bahwa kegiatan seksual yang sehat dan dilakukan secara teratur memberikan banyak manfaat.

Efek Bercinta secara Teratur:

1. Mengurangi Risiko Serangan Jantung
Studi terbaru menunjukkan bahwa wanita maupun pria yang melakukan hubungan seksual lebih dari dua kali dalam seminggu, maka hal tersebut akan mengurangi risiko serangan jantung. Ketika melakukan hubungan seksual yang aman jantung akan berdetak lebih cepat, yan gjuga akan memompa peredaran darah dengan lebih cepat.

2. Meningkatkan Kekebalan Tubuh
Melakukan kegiatan seksual ternyata juga mampu meningkatkan kekebalan tubuh. Dari hasil penelitian seorang ginekolog bernama Dr Dudley Chapman menunjukkan bahwa dari 24 pasien penderita kanker payudara yang pernah mengalami atau mencapai orgasme secara teratur, mereka memiliki kekebalan tubuh yang lebih kuat dalam menghadapi penyakit.

Menurutnya, orgasme akan meningkatkan sel-sel yang berfungsi melawan infeksi penyakit hingga 20 persen. Dengan bercinta secara teratur, jumlah antibodi imunoglobulin A (IgA) akan meningkat. Hal ini membuat tubuh lebih kuat menghalau penyakit paling umum, seperti demam dan flu ringan.

3. Mengurangi Stres
Aktivitas seksual juga dapat menyebabkan jiwa lebih bahagia dan mengurangi stres. Dengan hubungan yang teratur, tubuh juga akan terhindar dari sakit kepala, susah tidur, dan kram. Hal ini dibuktikan dengan sebuah penelitian bahwa hubungan seksual akan menimbulkan hormon oxytocin yang dialirkan ke seluruh jaringan otak. Hormon oxytocin merangsang terbentuknya hormon endorfin yang dapat menyebabkan efek santai.

Aktivitas seksual juga menghasilkan semacam obat penenang, yaitu ketika melakukan hubungan seksual dan mengalami orgasme karena pada saat itu otot-otot mengejang dan mengalami saat-saat yang relaks dan menyenagnkan. Hal ini sesuai dengan penemuan Institute for Advanced Study of Human Sexuality bahwa orang yang memiliki kehidupan seksual yang baik jarang merasa khawatir, cemas, gelisah, ramah, tidak pemberang, dan tidak memiliki sikap berkesan bermusuhan.

4. Menghilangkan Sakit Kepala 
Dr James Crouch dari Southern Illionis School of Medicine telah mempelajari 25 penderita migrain. Lalu semua pasien itu diminta melakukan hubungan seksual hingga mencapai orgasme. Hasilnya, sembilan di antaranya melaporkan sakit kepala mereka hilang begitu mereka mengalami orgasme.

Hal tersebut terjadi karena sesaat setelah orgasme, otak akan memerintahkan tubuh untuk mengeluarkan hormon pembunuh rasa sakit. Hormon itu adalah hormon yang bekerja dan memiliki efek seperti morfin. Secara awam mungkin bisa diartikan bahwa semakin banyak orgasme, maka semakin banyak “obat sakit kepala” yang dikeluarkan.

5. Panjang Umur
Saat seseorang meraih orgasme, hormon dehydroepiandrosterone dilepaskan tubuh. Hormon ini baik untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh, memperbaiki sel yang rusak, hingga menjaga kulit tetap segar. Mereka yang meraih orgasme setidaknya dua kali dalam seminggu berumur lebih panjang ketimbang mereka yang hanya sekali selama beberapa minggu.

“Melakukan hubungan seks itu lebih sehat daripada joging,” ungkap profesor dari Bristol University, Embarhim. Dengan melakukan kegiatan seksual sebanyak tiga kali seminggu, berarti Anda memperoleh ekstra pembakaran kalori hingga 8 ribu kalori per tahun. Bila tubuh melakukan pembakaran kalori yang mendekati sempurna ini, Anda akan merasa lebih sehat dan bahagia. Mungkin Anda belum mengetahui bahwa setiap 100 kali orgasme, berarti Anda terhindar dari kematian prematur hingga 36 persen. Itu karena darah dapat menembus daerah-daerah “mati” ketika melakukan seks, sehingga daerah-daerah itu bisa diperbarui.

6. Melancarkan Peredaran Darah
Berhubungan seksual secara rutin juga dapat memperlancar peredaran darah. Hal ini disebabkan karena saat bercinta jantung memompa darah lebih cepat, sehingga, membuat sirkulasi aliran darah segar yang secara otomatis mengalir ke setiap organ tubuh dengan lancar.

Peredaran darah yang lancar ini membuat tubuh kita senantiasa terlihat bugar karena oksigen beserta inti sari makanan yang dihantarkan oleh darah ke seluruh tubuh kita membawa manfaat yang baik untuk tubuh. Menurut buku Teach yourself. Training your brain, seks adalah bentuk sempurna dari latihan meningkatkan peredaran darah ke otak hingga melepaskan senyawa kimia yang dapat meningkatkan kekuatan otak.

7. Tidur Lebih Nyenyak
Jika Anda mencapai orgasme saat bercinta, tubuh akan menghasilkan oxytocin. Hormon tersebut memberikan segala macam manfaat kesehatan, seperti peningkatan mood, menekan cortisol (hormon stres), menurunkan tekanan darah, membuat kulit bercahaya, hingga perlindungan terhadap kanker.
Tak hanya itu, saat orgasme tubuh juga mengeluarkan hormon endorfin yang bisa membuat Anda dan pasangan rileks. Dua kombinasi hormon tersebut sudah pasti membuat tidur Anda lebih nyenyak setelah bercinta.

8. Meningkatkan Produksi Hormon
Lelaki dan perempuan masing-masing memproduksi hormon testosteron dan estrogen. Lelaki memproduksi lebih banyak testosteron, sedang perempuan lebih banyak memproduksi estrogen. Saat Anda melakukan hubungan seksual, produksi hormon tersebut akan meningkat.

Seperti dikutip dari laman conectique, hormon testosteron pada lelaki tidak hanya meningkatkan libido, namun bisa juga memperkuat tulang dan otot sekaligus menjaga kerja jantung agar selalu dalam kondisi stabil. Sedangkan pada perempuan, peningkatan hormon testosteron membuat wanita menginginkan penetrasi dengan pasangan Anda.
Aktivitas seksual juga meningkatkan kadar estrogen dalam tubuh. Pada perempuan, hormon estrogen memberi efek sentimental, sekaligus melindungi mereka dari sakit jantung. Sedangkan bagi lelaki, efek dari peningkatan kadar estrogen justru akan membuat mereka lebih tenang.

9. Menjaga Bentuk Tubuh
Bagi yang ingin menjaga bentuk tubuh agar tetap proposional, ternyata kegiatan seksual juga bisa membantu Anda. Bahkan, anggapan melakukan hubungan seks sebanding dengan olah raga adalah benar.

Manfaat aktivitas seks yang lain adalah membuat tubuh tetap fit dan memotivasi Anda untuk menjaga bentuk tubuh agar tetap proposional. Sebuah penelitian yang pernah dilakukan memaparkan, dengan melakukan hubungan seksual, Anda bisa membakar 150 kalori setiap setengah jam.

10. Mendekatkan dengan Pasangan
Kehidupan seksual yang sehat bisa meningkatkan kualitas dan hubungan yang lebih baik karena dapat mendekatkan individu dengan pasangannya. Melakukan hubungan seksual dan orgasme, maka akan terjadi peningkatan hormon oxytocin atau juga disebut hormon cinta. Hormon inilah yang dapat membantu pasangan suami-istri dapat membangun dan memperkuat tali ikatan dan rasa kepercayaan satu sama lain.

Peneliti dari Universitas Pittsburgh dan Universitas North Carolina mengevaluasi respons 59 wanita premenopause. Dari partisipan dihitung jumlah hormonnya sebelum dan sesudah melakukan hubungan dengan suami mereka yang diakhiri dengan berpelukan. Riset ini membuktikan bahwa semakin sering terjadinya sentuhan, makin tinggi kadar oxytocin. Kadar oxytocin ini membuat kita merasa ingin selalu mengasihi dan mengikat. berbagai sumber/ima/R-4

Sumber: Koran Jakarta, Selasa 10-04-2012

Linked Posts:
Hubungan Seksual Sebagai Indikator Kesehatan |
============================================================================
Promo Produk
MELIA BIYANG (HGH)
“RAHASIA MUDA KEMBALI DALAM GENGGAMAN”
HGH atau Human Growth Hormon (Hormon Pertumbuhan Manusia) dihasilkan oleh Kelenjar Pituitary. Jika volume produksi HGH manusia berkurang maka terjadi proses penuaan.
Melia Biyang adalah Ramuan alami yang berfungsi untuk merangsang kelenjar Pituitary agar terus memproduksi Hormon Pertumbuhan.


Kandungan Melia Biyang :
-Kolostrum (susu awal)
-Vitamin B1, B2, B3, B6, B9
-Asam Amino & Calsium

Manfaat Melia Biyang di antaranya :
-Meningkatkan daya ingat
-Menambah stamina fisik dan mental
-Meningkatkan kemampuan seksual
-Mempercepat proses penyembuhan dan meningkatkan imunitas
-Membantu penyembuhan darah tinggi/stroke
-Meningkatkan sistem metabolisme
-Meningkatkan kekuatan tulang
-Membantu mengembalikan warna rambut dan pertumbuhannya
-Merangsang fungsi organ-organ tubuh yang vital : Jantung,Hati,Pankreas,Limpa dan Ginjal

Dr. DANIEL RUDMAN :
Penggunaan HGH (Human Growth Hormon) selama 6 bulan secara teratur, akan mampu memperlambat perubahan penuaan kurang lebih 20 tahun