Tampilkan postingan dengan label vaginitis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label vaginitis. Tampilkan semua postingan

Rabu, 10 April 2013

Ragam Penyakit Vagina

Penyakit Vagina Yang Wajib Kamu Tahu


Ragam Penyakit Vagina
Jangan Remehkan penyakit vagina. Jika anda diduga memiliki masalah yang berhubungan dengan penyakit kewanitaan apakah itu periode mentsruasi yang tidak teratur, masalah hormonal atau penyakit yang disebakan hubungan seksual (STD), sebaiknya selalu periksakan ke dokter.

Ini penting untuk mengetahui gejala yang ditimbulkan dan juga untuk mendapatkan informasi mengenai masalah kesehatan seksual yang banyak wanita hadapi, bagaimana mencegahnya dan bagaimana melindungi diri.

Karena masih ada stigma mengenai kesehatan seksual, banyak wanita menghindari pergi ke dokter padahal penghindaran ini dapat mempengaruhi kesehatan serius termasuk kesuburan.

Berikut beberapa penyakit umum yang wanita hadapi dan cara menjamin kesehatan kewanitaan tetap sehat:

HPV
Human papillomavirus (HPV) adalah salah satu infeksi virus yang disebabkan oleh hubungan seksual paling umum. Sebagian besar penyakit ini tidak begitu berbahaya tetapi jika test smear nampak tidak normal, dokter akan menyarankan untuk test lab.

Cara untuk mengatetahui HPV adalah dengan cervical smear atau screening kesehatan seksual. Yakinlah untuk memeriksa secara teratur setidaknya satu kali setiap tiga tahun. Berhenti merokok karena penelitian menemukan hubungan antara merokok dan kanker vulva dan gunakan kondom.

PID
Pelvic Inflammatory Disease (PID) mempangaruhi satu dari 10 wanita dan jika dibiarkan akan menyebabkan ketidaksuburan. Gejala yang mungkin timbul pinggul sakit saat hubungan seks, pendarahy ang tidak teratur atau perubahan bau pada vagina. Segera periksa ke dokter jika anda menemukan gejala itu. Penyakit ini dapat dengan mudah disembuhkan dengan antibiotik.

Upaya pencegahan PID adalah lakukan seks yang aman dan memeriksakan secara teratur. Kadang-kadang gejala tidak begitu jelas sampai semua terlambat.

BV
Bacterial vaginosis adalah salah satu infeksi vagina yang paling umum diantara wanita diusia beranak. Penyakit ini sering dianggap hanya infeksi karena memiliki gejala yang sangat umum dengan infeksi biasa.
Gejala dari ketidakseimbangan bakteri dalam vagina termasuk gatal, aroma amis dan perubahan dalam vagina. Jangan biarkan gejala-gejala tersebut dan yakinlah untuk diperiksa dan disembuhkan dengan baik.

Jika dibiarkan, ini akan meningkat resiko berkembang menjadi PID

GONORRHEA & CHLAMYDIA
  • Disebabkan oleh bakteri. Infeksi dimulai beberapa hari sampai beberapa minggu setelah hubungan intim dengan orang yang terjangkit penyakit ini
  • Pada pria, penyakit ini menyebabkan keluarnya cairan dari kemaluan pria. Buang air kecil dapat terasa sakit. Gejala-gejala ini dapat terasa berat atau tidak terasa sama sekali.
  • Gejala-gejala gonorrhea pada wanita biasanya sangat ringan atau tidak terasa sama sekali, tetapi kalau tidak diobati penyakit ini dapat menjadi parah dan menyebabkan kemandulan
  • Penyakit ini dapat disembuhkan dengan antibiotik bila ditangani secara dini
HERPES
  • Disebabkan oleh virus, dapat diobati tetapi tidak dapat disembuhkan
  • Gejala timbul antara 3 sampai 10 hari setelah berhubungan intim dengan penderita penyakit ini
  • Gejala awal muncul seperti lecet yang kemudian terbuka menjadi lubang kecil dan berair.
  • Dalam 5 sampai 10 hari gejala hilang
  • Virus menetap dalam tubuh dan dapat timbul lagi sesuatu saat, dan kadang-kadang sering
  • Wanita kerap kali tidak sadar bahwa ia menderita herpes akrena lecet terjadi di dalam vagina
INFEKSI JAMUR
  • Disebabkan oleh jamur
  • Menyebabkan kegatalan berwarna merah di bawah kulit pria yang tidak disunat
  • Pada wanita akan ke luar cairan putih kental yang menyebabkan rasa gatal
  • Dapat disembuhkan dengan krim anti jamur
SYPHILIS
  • Disebabkan oleh bakteria. Lesi muncul antara 3 minggu sampai 3 bulan setelah berhubungan intim dengan penderita penyakit ini
  • Luka terlihat seperti lubang pada kulit dengan tepi yang lebih tinggi. Pada umumnya tidak terasa sakit
  • Luka akan hilang setelah beberapa minggu, tetapi virus akan menetap pada tubuh dan penyakit dapat muncul berupa lecet-lecet pada seluruh tubuh Lecet-lecet ini akan hilang juga, dan virus akan menyerang bagiantubuh lain
  • Syphilis dapat disembuhkan pada tiap tahapan dengan penicillin
  • Pada wanita lesi dapat tersembunyi pada vagina
VAGINITIS
  • Infeksi pada vagina yang biasanya menyebabkan keluarnya cairan dari vagina yang berbau dan menimbulkan ketidak nyamanan
  • Disebabkan oleh berbagai jenis bakteri (bakteri gonorrhea, chlamydia) atau jamur
  • Juga dapat disebabkan oleh berbagai bakteri tidak berbahaya yang memang menetap pada vagina
  • Dapat diselidiki dengan meneliti cairan vagina tersebut dengan mikroskop
  • Pada umumnya dapat disembuhkan dengan obat yang tepat sesuai dengan penyebabnya.
BISUL PADA ALAT KELAMIN
  • Disebabkan oleh virus (Virus Human Papilloma atau HPV)
  • Muncul berupa satu atau banyak bisul atau benjolan antara sebulan sampai setahun setelah berhubungan intim dengan penderita penyakit tersebut
  • Pada umumnya tidak dapat terlihat pada wanita karena terletak di dalam vagina, atau pada pria karena terlalu kecil. Dapat diuji dengan lapisan cuka
  • Dapat berakibat serius pada wanita karena dapat menyebabkan kanker cervix
  • Bisul pada kelamin ini dapat disembuhkan, wanita harus menjalankan pap smear setiap kali berganti pasangan intim
KUTU KELAMIN
  • Sangat kecil (lebih kecil atau sama dengan 1/8 inch), berwana kelabu kecoklatan, menetap pada rambut kemaluan.
  • Dapat disembuhkan dengan obat cair yang digosokkan pada rambut kelamin
KUTU DI BAWAH KULIT
  • Mirip dengan kutu kelamin, tetapi ukurannya lebih kecil dan menetap di bawah kulit
  • Menyebabkan luka-luka kecil dan gatal di seluruh tubuh
  • Diobati dengan obat cair yang diusapkan ke seluruh tubuh
  • Pakaian, seprei dan handuk harus dicuci setelah pengobatan, karena kutu dapat menetap pada kain-kain terebut
AIDS (ACQUIRED IMMUNE DEFICIENCY SYNDROME)/HIV DISEASE
  • Penyakit akibat hubungan intim yang paling serius, menyebabkan tidak bekerjanya sistim kekebalan tubuh
  • Tidak ada gejala yang nyata tanpa penelitian darah
  • Dapat menyebabkan kematian setelah sepukuh tahun setelah terinfeksi virus HIV, tetapi pengobatan telah ditemukan
Disebarkan melalui hubungan intim dan pemakaian jarum suntik secara bersamaan. Sumber http://wahw33d.blogspot.com

 Baca juga artikel berikut:

Vaginitis

Vaginitis

Vaginitis adalah diagnosis masalah ginekologis yang paling sering terjadi di pelayanan primer.  Pada sekitar 90% dari perempuan yang terkena, kondisi ini disebabkan oleh vaginosis bakterial, kandidiasis atau trikomoniasis vulvovaginal. Vaginitis terjadi ketika flora vagina telah terganggu oleh adanya mikroorganisma patogen atau perubahan lingkunang vagina yang memungkinkan mikroorganisma patogen berkembang biak/berproliferasi.

Pemeriksaan untuk vaginitis meliputi penilaian risiko dan pemeriksaan fisik, dengan fokus perhatian pemeriksaan pada adanya dan karakteristik dari discharge vagina.  Pemeriksaan laboratorium diantaranya: metode sediaan basah garam fisiologis (Wet Mount) dan KOH, pemeriksaan PH discharge vagina dan “whiff” test. Pengobatan untuk vaginosis bacterial dan trikomoniasis adalah metronidazol, sementara untuk kandidiasis vaginal, pilihan pertama adalah obat anti jamur topikal (Am Fam Physician 2000;62:1095-104.)

Vaginitis adalah masalah ginekologis yang paling banyak dihadapi oleh dokter yang memberi pelayanan terhadap perempuan. Pembuatan diagnosis yang akurat bisa sangat sulit, yang menyebabkan upaya pengobatan juga kompleks.  Terlebih lagi, adanya obat yang dijual bebas menaikkan kemungkinan pemberian pengobatan yang tidak sesuai untuk vaginitis.

Epidemiologi
Angka prevalensi dan penyebab vaginitis tidak diketahui pasti, sebagian besar karena kondisi-kondisi ini sering didiagnosis sendiri dan diobati sendiri oleh penderita.  Selain itu, vaginitis sering tidak menimbulkan gejala (asimptomatis) atau disebabkan oleh lebih dari satu organisme penyebab.

Kebanyakan ahli meyakini bahwa sampai sekitar 90% kasus vaginitis disebabkan oleh vaginosis bakterial, kandidiasis vulvovaginal dan trikomoniasis. Penyebab non-infeksi termasuk vaginal atrophy, alergi dan iritasi kimiawi.

Penyebab tersering vaginitis adalah  bakterial vaginosis, kandidiasis vulvovaginal, trikomoniasis, atropi vaginal, alergi dan iritasi kimiawi.
Sumber: www.kesrepro.info


Baca juga artikel berikut:

Jumat, 20 Juli 2012

Diabetes Dan Seks


Seks dan Diabetes, Apa Hubungannya?

Masalah kehidupan seksual seseorang umumnya dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti psikologis dan fisik. Mereka yang menderita penyakit tertentu seperti halnya diabetes memiliki risiko besar menghadapi gangguan kehidupan seksual.

Lantas, bagaimana diabetes dapat memengaruhi kehidupan seksual Anda atau sebaliknya? Penelitian menunjukkan, dua puluh lima persen dari semua perempuan dengan diabetes dan sekitar 50 persen pria akan mengalami beberapa jenis masalah seksual atau hilangnya gairah seksual sebagai akibat dari kondisi mereka.

Pada pria
Jangka panjang diabetes pada pria bisa menyebabkan kerusakan pada sistem saraf, yang terlibat dalam proses ereksi kompleks. Hal ini berarti pria dengan diabetes mungkin menderita disfungsi ereksi (DE) dan tidak mampu untuk mendapatkan atau mempertahankan ereksi. Sebanyak sepertiga dari pria dengan diabetes pada akhirnya akan mengalami impotensi.

Bahkan, beberapa pria baru mengetahui bahwa mereka mengidap diabetes ketika mereka mencari pengobatan terkait masalah disfungsi ereksi mereka.  Namun Anda tidak perlu cemas, hal ini dapat di atasi dengan mengatur pola diet yang tepat dan ditunjang dengan konsumsi obat-obatan atau insulin.

Pada perempuan
Sejumlah wanita dengan diabetes dapat menderita vaginitis berulang (radang vagina), yang biasanya disebabkan jamur infeksi. Kondisi ini akan membuat hubungan seks terasa tidak nyaman dan menyakitkan. Bahkan pada beberapa perempuan, mungkin akan mengalami gatal atau sensasi seperti terbakar, dan keluarnya cairan putih.

Perempuan dengan diabetes juga bisa mendapatkan sistitis berulang – salah satu penyakit Infeksi Saluran Kemih (ISK). Selain itu, beberapa bukti menunjukkan bahwa perempuan dengan diabetes cenderung memiliki masalah dengan gairah, dan klitoris (pusat saraf seks pada perempuan) mungkin tidak merespon rangsangan dengan cara yang biasa.

Mungkinkah berhubungan seks setelah mengidap diabetes?
Jika Anda merasa diabetes menyebabkan masalah dengan kehidupan seks Anda, segera konsultasikan hal ini dengan dokter. Biasanya, dokter akan mencoba mencari tahu apakah masalah seksual tersebut disebabkan oleh cacat pada saraf atau sistem sirkulasi akibat diabetes, atau apakah lebih karena faktor psikologis. Seringkali perbedaan ini sulit untuk dikelompokan.

Dalam kasus apapun, ketika problem disfungsi seksual mulai terjadi secara teratur dan cenderung memburuk, maka faktor psikologis akan terlibat di dalamnya.

Pria yang mengidap diabetes dan impotensi dapat dibantu dengan obat-obatan yang diresepkan dokter seperti sildenafil (Viagra), tadalafil (Cialis) dan vardenafil (Levitra). Namun, jika hasil tes menunjukkan bahwa sistem saraf Anda belum rusak oleh diabetes, dan tidak ada masalah peredaran darah yang terkait, maka sebenarnya Anda tidak mengalami masalah dengan kehidupan seksual. Dibutuhkan dukungan dari pasangan dan dokter untuk mengatasi kondisi ini.   Sumber : netdoctor

Sumber: Kompas.com