Tampilkan postingan dengan label bell's palsy dengan stroke. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bell's palsy dengan stroke. Tampilkan semua postingan

Senin, 19 Desember 2011

Bahaya Kolesterol Tinggi

Kolesterol Tinggi Picu Kematian Mendadak


Mentang-mentang masih muda banyak orang yang lantas tak peduli dengan makanan yang diasup. Padahal mungkin tanpa disadari kadar kolesterol jahat dalam darah sudah tinggi. Maka dari itu, jangan segan melakukan cek kolesterol.

Kolesterol merupakan molekul sejenis lemak dalam aliran darah. Dalam kadar normal atau kurang dari dari 200 mg/dl, kolesterol adalah sahabat bagi sistem tubuh. “Kolesterol diperlukan untuk membentuk membran sel, membentuk hormon, juga sumber energi,” kata dr.P.Tedjasukamana, Sp.JP, ahli jantung.

Ia menjelaskan, ada dua jenis kolesterol, yakni low-density lipoprotein (LDL) yang dikenal sebagai kolesterol jahat. LDL berfungsi mengalirkan kolesterol ke seluruh tubuh. Kelebihan LDL menyebabkan penumpukan lemak di dinding arteri.

Sementara itu jenis lemak lain adalah high density lipoprotein (HDL), yang memiliki fungsi berlawanan dengan LDL.

“HDL atau kolesterol baik ini berfungsi membuang kelebihan kolesterol dari dinding pembuluh darah dan mencegah penumpukan,” kata dr.Tedja dalam acara media edukasi bertajuk Kolesterol Jahat Membunuh Kapan Saja yang diadakan oleh Pfizer di Jakarta (1/7).

Kadar LDL yang berlebih (lebih dari 130 mg/dl) akan menyebabkan penumpukan di pembuluh darah lama kelamaan akan menyempitkan pembuluh darah. Akibatnya adalah serangan jantung atau stroke.

Kematian mendadak akibat serangan jantung ini harus diwaspadai karena angkanya terus meningkat. “Jantung koroner merupakan penyakit pembunuh yang paling ditakuti. Sekitar 80 persen meninggal secara mendadak,” katanya.

Ada beberapa faktor risiko penyebab kolesterol yang tidak bisa diubah, yakni faktor usia, ada riwayat kolesterol tinggi dalam keluarga, dan jenis kelamin. Pria beresiko tinggi menderita penyakit jantung koroner, namun risikonya sama pada wanita yang sudah menopause.

Gaya hidup merupakan faktor risiko penyakit jantung koroner. Konsumsi makanan tinggi lemak, kurang berolahraga, serta merokok, memicu naiknya kadar kolesterol.

“Makanan yang tinggi lemak dan kolesterol yang kita asup akan menambah jumlah kolesterol dari hati. Karena itu batasi jumlah kalori yang diasup sesuai kebutuhan energi kita,” kata dr.Endang Darmoutomo, Sp.GK, dalam kesempatan yang sama.

Makanan sumber kolesterol antara lain telur, udang, jeroan, dada ayam, sirloin steak, dan masih banyak lagi. “Kolesterol hanya dihasilkan oleh sumber protein hewani. Makanan yang tidak mengandung kolesterol pun jika diolah dengan minyak jenuh akan menjadi lemak yang akan diubah menjadi kolesterol,” paparnya.

Sumber : Kompas.com

Linked Posts:
Serangan Jantung | Penyakit Jantung | Hipertensi | Mengatasi Hipertensi | Stroke Waspadalah | Mengobati Stroke

Selasa, 01 September 2009

Bell's palsy – Lumpuh Otot Wajah Sebelah Sisi

Bell's palsy – Lumpuh Otot Wajah Sebelah Sisi

Penyakit Bell’s palsy adalah kelumpuhan yang terjadi pada otot wajah di salah satu sisi yang diakibatkan adanya gangguan pada saraf wajah nomer 7. Bell’s palsy diambil dari nama Sir Charles Bell, yaitu nama seorang dokter pada abad 19 yang pertama kali menggambarkan penyakit ini dan menghubungkannya dengan kelainan pada syaraf wajah.

Bell’s palsy berbeda dengan akibat dari stroke. Tanda-tanda yang dialami penderita adalah susah menggerakan otot wajah dibagian yang terserang, seperti bersiul atau meniup, tidak bisa berkumur secara baik, mata tidak bisa menutup dan lain-lain.

Penyebab pasti kelumpuhan yang terjadi pada penyakit bell’s palsy masih belum diketahui. Menurut beberapa ahli penyebab terkena penyakit bell’s palsy adalah akibat terkena paparan angin dingin di salah satu sisi wajah cukup lama, tetapi ada juga yang berpendapat bahwa bell’s palsy disebabkan oleh virus herpes yang menetap di tubuh dan aktif kembali akibat factor lingkungan, stress, trauma, atau lainnya.

Penyakit bell’s palsy bisa menyerang siapa saja, laki-laki atau perempuan. Risiko terkena penyakit bell’s palsy pada wanita hamil berpotensi 3X lebih mudah daripada wanita yang tidak hamil. Penderita diabetes, perokok, dan pengguna obat-obatan sejenis steroid berpotensi 4X lebih mudah terserang Bell's Palsy daripada orang lain. Rata-rata 40.000 orang Amerika setiap tahun menderita Bell's Palsy.

Penyakit bell’s palsy pada sebagian penderita bisa sembuh tanpa melalui pengobatan, namun dianjurkan untuk melakukan pengobatan dan terapi sehingga proses kesembuhan bisa lebih baik. Secara estetika penyakit ini akan mengganggu fungsi wajah. Proporsi wajah bisa menjadi tidak seimbang Jika tidak ditangani maka akan terjadi kecacatan dengan muka “menyong”.

Langkah Pencegahan

Beberapa cara yang bisa ditempuh untuk menghindari atau mencegah terkena penyakit bell’s palsy seperti yang disarankan oleh Dokter Syaraf adalah:

· Jika berkendaraan motor, gunakan helm penutup wajah penuh atau rapat untuk mencegah angin mengenai wajah.

· Jika tidur menggunakan kipas angin, jangan biarkan kipas angin menerpa wajah secara langsung. Arahkan kipas angin itu ke arah lain. Jika kipas angin terpasang di langit-langit, jangan tidur tepat di bawahnya. Dan selalu gunakan kecepatan rendah saat kipas dijalankan.

· Bila sering kerja lembur sampai larut malam, jangan mandi air dingin di malam hari. Selain tidak baik untuk kesehatan jantung, juga tidak baik untuk kulit dan syaraf.

· Bagi penggemar panjat gunung, selalu gunakan penutup wajah / masker dan pelindung mata. Suhu rendah, angin kencang, dan tekanan atmosfir yang rendah berpotensi tinggi menyebabkan Anda menderita Bell's Palsy.

· Setelah berolah raga berat, jangan langsung mandi atau mencuci wajah dengan air dingin.

Baca juga info kesehatanPropolis untuk benteng kesehatan

Link Site : PROPOLIS | Obat Propolis